(1)
Pengeluaran barang dari Kawasan Berikat ke EPTE dilakukan dengan menggunakan Formulir KB-6 sebagaimana contoh dalam Lampiran VI dalam rangkap 6 (enam), masing-masing untuk:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Dokumen pelindung pengangkutan;
Pejabat Hanggar di EPTE;
Pejabat Hanggar di Kawasan Berikat;
Pengusaha EPTE;
PKB;
PPDKB.
(2)
Pengeluaran barang dari Kawasan Berikat ke Kawasan Berikat lainnya (antar Kawasan Berikat) dilakukan dengan menggunakan Formulir KB-7 sebagaimana contoh dalam Lampiran VII dalam rangkap 7 (tujuh), masing-masing untuk:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
Dokumen pelindung pengangkutan;
Pejabat Hanggar di Kawasan Berikat tujuan;
Pejabat Hanggar di Kawasan Berikat asal;
PKB asal;
PPDKB asal;
PKB tujuan;
PPDKB tujuan.
(3)
Pengeluaran BKP dari Kawasan Berikat dengan tujuan dimasukkan ke EPTE atau Kawasan Berikat lainnya, PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut.
(4)
Pengeluaran barang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dan ayat (2) hanya dapat dilakukan dengan syarat:
a.
b.
Barang tersebut untuk diolah lebih lanjut atau untuk pengemas hasil produksi;
Pengiriman tersebut merupakan realisasi dari transaksi yang dilakukan berdasarkan kontrak.
(5)
Atas pengeluaran barang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) tidak dilakukan pemeriksaan pabean kecuali atas instruksi Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai berdasarkan Nota Intelijen karena adanya kecurigaan akan atau telah terjadinya pelanggaran.
Teks diambil dari DJP pada 22 Sep 2026. Untuk kepastian hukum, rujuk naskah resmi di sumbernya.