Saku Pajak
Tampilan
Tema
Ukuran huruf
Data per 16 Okt 2026

Versi aplikasi v1.4.0 · versi data 16 Okt 2026 (data sumber diambil sampai tanggal itu).

Data diperiksa otomatis di sumbernya; lihat peraturan baru dan yang berubah.

Belum tersimpan untuk dipakai luring.

Pasal 8

TATA CARA PENATAUSAHAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI YANG DIBAYAR OLEH PEMERINTAH ATAS PENYERAHAN MINYAK GORENG DI DALAM NEGERI

DJP tidak berlakuⓘBatang tubuh

(1) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (1) berlaku untuk: a. penyerahan Minyak Goreng Sawit Curah Tidak Bermerek yang dilakukan sejak tanggal 1 Januari 2008. b. penyerahan Minyak Goreng Kelapa/Sawit Dalam Kemasan yang dilakukan sejak tanggal 8 Februari 2008. (2) Atas penyerahan Minyak Goreng Sawit Curah Tidak Bermerek yang dilakukan sejak tanggal 1 Januari 2008 sampai dengan tanggal Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini ditetapkan namun belum dibuatkan Faktur Pajaknya, maka Faktur Pajak harus dibuat pada saat diterimanya pembayaran, paling lambat tanggal 29 Februari 2008 dan dibubuhi cap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4). (3) Dalam hal Faktur Pajak yang diterbitkan atas penyerahan Minyak Goreng Sawit Curah Tidak Bermerek yang dilakukan sejak tanggal 1 Januari 2008 sampai dengan tanggal Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini ditetapkan sudah dibuat dan telah dibubuhi cap "PPN DIBAYAR PEMERINTAH EKS PMK NOMOR 118/PMK.011/2007", maka Faktur Pajak tersebut dianggap sah sehingga tidak perlu dibetulkan. (4) Dalam hal Faktur Pajak atas penyerahan Minyak Goreng Sawit Curah Tidak Bermerek yang dilakukan sejak tanggal 1 Januari 2008 sampai dengan tanggal Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini ditetapkan sudah dibuat tetapi tidak dibubuhi cap sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), maka Pajak Pertambahan Nilai yang telah dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak wajib disetorkan ke kas negara.

Teks diambil dari DJP pada 6 Okt 2026. Untuk kepastian hukum, rujuk naskah resmi di sumbernya.