(1)
Barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean ke Toko Bebas Bea:
a.
diberikan penangguhan Bea Masuk ; dan/atau
b.
tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor.
(2)
Barang yang dimasukkan dari Gudang Berikat ke Toko Bebas Bea:
a.
diberikan penangguhan Bea Masuk; dan/atau
b.
tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor.
(3)
Terhadap pemasukan barang dari Gudang Berikat ke Toko Bebas Bea, pengusaha Gudang Berikat atau pengusaha di Gudang Berikat wajib membuat faktur pajak yang dibubuhi cap Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah tidak dipungut.
(4)
Barang yang dimasukkan dari tempat lain dalam daerah pabean ke Toko Bebas Bea tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
(5)
Terhadap pemasukan barang dari tempat lain dalam daerah pabean ke Toko Bebas Bea, pengusaha di tempat lain dalam daerah pabean wajib membuat faktur pajak yang dibubuhi cap Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah tidak dipungut.
(6)
Barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (4), bukan merupakan barang untuk dikonsumsi di Toko Bebas Bea yang bersangkutan.
Bagian Ketiga
Penyelenggara Toko Bebas Bea Sekaligus Pengusaha Toko Bebas Bea
Teks diambil dari DJP pada 5 Okt 2026. Untuk kepastian hukum, rujuk naskah resmi di sumbernya.