(1)
Direktur Jenderal, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Kantor Pelayanan Utama, Kepala Kantor Pabean, dan/ atau Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk, melakukan dilakukan monitoring terhadap kegiatan yang oleh Penyelenggara Gudang Berikat, Pengusaha Gudang Berikat, dan/ atau PDGB yang berada dalam pengawasannya.
(2)
Monitoring sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain berupa:
a.
pengawasan rutin;
b.
pemeriksaan sewaktu-waktu; dan/ atau
c.
pemeriksaan sederhana.
(3)
Direktur Jenderal, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Kantor Pelayanan Utama, Kepala Kantor Pabean, dan/ atau Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk, melakukan evaluasi atas izin Penyelenggara Gudang Berikat, izin Pengusaha Gudang Berikat, dan/ atau izin PDGB secara periodik.
(4)
Berdasarkan monitoring dan/ atau evaluasi, Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Pelayanan Utama dapat melakukan perubahan perlakuan tertentu terhadap izin Penyelenggara Gudang Berikat, izin Pengusaha Gudang Berikat, dan/ atau izin PDGB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1).
(5)
Monitoring sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dilakukan secara mandiri oleh Penyelenggara Gudang Berikat, Pengusaha Gudang Berikat, dan/ atau PDGB.
Teks diambil dari DJP pada 6 Okt 2026. Untuk kepastian hukum, rujuk naskah resmi di sumbernya.